by

Kegelisahan warga Terhadap Teror Monyet, Yang Sudah Menghantui Sejak Sebulan Terakhir

SAMARINDA, Kegelisahan warga Desa Bayur dan Berambai, Kelurahan Sempaja Utara, kecamatan Samarinda Utara tak bisa lagi dibendung. Tercatat 8 warga yang menjadi korban gigitan monyet liar, saat melintas di Jalan Tembok Tengah, KM 17 yang masuk di lingkungan RT 22.

Warga sudah tidak sabar untuk menghentikan teror monyet, yang sudah menghantui sejak sebulan terakhir itu.

Berbekal parang dan senapan angin, warga berkumpul di sepanjang jalan penghubung 2 desa tersebut, kemarin (2/8) sekitar pukul 08.00 Wita. Warga yang datang kebanyakan geram dan ingin segera menangkap monyet penyerang itu.

“Bahaya ini kalau dibiarkan, sekarang sudah melukai warga. Ke depan, kalau tidak diantisipasi bisa lebih parah dari ini. Apa harus diam terus,” kata warga Bayur, Ady (37).

Meski dalam kondisi emosi, kedatangan tim dari BKSDA Kaltim sedikit meredakan emosi warga. Koordinasi pun dilakukan, untuk bisa menemukan cara tepat dan aman untuk menangkap monyet liar yang menganggu tersebut.

Baca Juga  Rapat Persiapan Hari Jadi Ke-69 Kabupaten Barito Utara Yang Di Pimpin Langsung Oleh Bupati

“Hari ini kami dari tim BKSDA Kaltim datang ke lokasi penyerangan untuk melakukan koordinasi dengan warga sekitar. Disamping itu, untuk memastikan monyet jenis apa dan di mana titik biasa monyet itu menyerang warga,” kata Tarsius Krisdiyanto, Kepala seksi Konservasi Wilayah 2, Tenggarong.

Hasil kesepakatan dengan tokoh warga sekitar, penyisiran untuk mencari hewan primata itu akan dilakukan secara bersama-sama, Minggu (4/8) besok. Tak hanya melibatkan warga dan petugas BKSDA, warga pun akan mengerahkan puluhan anjing pemburu untuk membantu proses pencarian.

Anjing pemburu sendiri, sudah pernah diturunkan saat melakukan pencarian pada 2 pekan lalu, dengan hasil tertangkapnya 1 monyet jenis ekor panjang yang diduga penyerang warga.

Disamping itu, upaya perburuan nantinya diupayakan untuk tidak sampai membunuh monyet. Meskipun monyet ekor panjang tidak masuk hewan yang dilindungi. Membunuh hanya upaya terakhir, jika benar-benar terdesak saja.

Baca Juga  Antisipasi Tindak Kriminalitas, Polisi Sambanggi Pasar Pendopo

“Kita upayakan penangkapan. Dan selanjutnya, kita lakukan observasi pada hewan primata ini,” ucap Krisdiyanto.

Dijelaskannya, kawasan hutan yang ada di sekitar jalan itu, sebenarnya adalah lokasi habibat monyet yang masih menjamin sejumlah makanan yang biasa dikonsumsi. Namun, dirinya juga masih belum mengetahui, mengapa monyet ini bisa menyerang bahkan melukai warga.

“Di sini memang habitatnya. Apakah monyet ini pernah berinteraksi dengan manusia sebelumnya, ini yang masih kita dalami. Sebab, monyet biasanya tidak menyerang manusia. Bahkan, monyet cenderung akan lari jika dijumpai,” ungkap Krisdiyanto.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Sempaja Utara, Muhammad Kacong, meminta keseriusan dalam pengentasan kasus penyerangan monyet ini. Mewakili warga, ia berharap tindakan nyata bisa dilakukan secepatnya, agar korban tidak semakin bertambah.

Baca Juga  Penyebab dan Kronologis Kecelakaan Bus Rombongan Jemaah Calon Haji Palangka Raya

“Warga di sini sudah sangat resah dengan banyaknya korban luka. Apa dari 8 orang ini harus bertambah lagi. Kita tidak bisa juga hanya menjaga habitat monyet di kawasan ini, sementara nyawa warga terancam. Harus ada tindakan, apakah itu ditangkap atau lainnya, dan warga siap bantu,” kata Kacong.

Perburuan yang digelar bersama BKSDA Kaltim nantinya, diharapkan sebagai langkah nyata dan berbuah hasil, dengan tertangkapnya monyet penyerang tersebut. Untuk itu, dia pun telah meminta warga untuk ikut serta dan mengerahkan anjing pemburu.

“Cukup 8 itu saja. Jangan ada korban lagi. Terakhir malah pelajar yang hendak berangkat sekolah diserang, hingga mendapat 3 luka robek di paha kanannya. Korban lain malah ada yang harus menerima 16 jahitan. Kasian warga ini. Mau aktivitas sehari-hari dengan melintasi jalan, nyawanya terancam,” pungkas Kacong. Fz/sbr

Comment